Anak kecil diwaktu subuh..

Biasanya hampir disetiap masjid sholat subuh adalah sholat yang paling sedikit peminatnya, hampir bisa dipastikan jumlah jamaah sholat subuh lebih sedikit dari pada jumlah jamaah sholat maghrib atau sholat isya apalagi bila dibanding dengan jamaah sholat jum'at.

Beberapa hari ini saya melihat hal yang berbeda di masjid, terutama saat sholat subuh. Sholat subuh berjamaah di masjid yang sangat sedikit peminatnya tersebut, beberapa hari ini bertambah dengan hadirnya seorang jamaah. Hebatnya adalah jamaah ini adalah seorang anak laki-laki, ya anak laki-laki.

Berbeda dengan anak-anak lain yang ketika sholat berjamaah sering berbuat kegaduhan, anak ini sholat berjamaah dengan baik dan tidak membuat kegaduhan, bahkan cara berzikir setelah sholatnya pun dengan suara setengah berbisik.

Tadi pagi setelah sholat subuh berjamaah di masjid saya pulang dengan anak laki-laki tersebut, dan coba sedikit berbincang dengannya. " Nama saya Andi pak, sekolah kelas 4 di SD simpangan 02" begitu jawabnya saat saya tanya nama dan sekolahnya. umurnya baru sekitar 10 tahun dengan perawakan kecil dan bicaranya agak kurang jelas.

Subhanallah anak laki-laki kecil dengan umur sepuluh tahun sudah terbiasa sholat subuh berjamaah di masjid, sedangkan para laki-laki dewasa lebih banyak yang masih tidur dan malas untuk berangkat ke masjid. Semoga dengan pelajaran yang Allah berikan melalui anak kecil bernama Andi tersebut, saya bisa semakin istiqomah untuk selalu sholat berjamaah di masjid.

* ‘Barangsiapa shalat Shubuh berjama’ah maka dia berada dalam jaminan Allah (maksudnya: Dia melindungi, memperhatikan dan menjaga hamba tersebut)’ (HR. Ibnu Majah dan Thabrani)
* ‘Tidak ada shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik selain shalat Shubuh dan Isya’, seandainya mereka mengetahui kebaikan didalam jamaah kedua shalat tersebut, pasti mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak’ (Muttafaqun ‘Alaih)
* “Barangsiapa yang menghadiri shalat Isya’ berjama’ah maka seolah-olah dia shalat setengah malam dan barangsiapa yang menghadiri shalat Shubuh berjama’ah maka seolah-olah dia shalat semalam suntuk’ (HR. Muslim)
* ‘Sesungguhnya Allah kagum terhadap orang-orang yang shalat berjama’ah’ (HR.Ahmad).

Hafalan Surat Delisa

Very touching ... semoga bermanfaat, dan menambah semangat untuk selalu
menyempurnakan apapun yang akan / sedang kita lakukan.

Hafalan Surat Delisa
Author : Tere-liye
published 2007 by Republika

Review by : Nicegreen on http://www.goodread s.com/book/ show/1376220.
Hafalan_Shalat_ Delisa

Ada sebuah keluarga di Lhok Nga - Aceh, yang selalu menanamkan ajaran
Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Umi Salamah dan Abi
Usman. Mereka memiliki 4 bidadari yang solehah: Alisa Fatimah, (si
kembar) Alisa Zahra & Alisa Aisyah, dan si bungsu Alisa Delisa.

Setiap subuh, Umi Salamah selalu mengajak bidadari-bidadariny a sholat
jama'ah. Karena Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal
tanker perusahaan minyak asing - Arun yang pulangnya 3 bulan sekali.
Awalnya Delisa susah sekali dibangunkan untuk
sholat subuh. Tapi lama-lama ia bisa bangun lebih dulu ketimbang Aisyah.
Setiap sholat jama'ah, Aisyah mendapat tugas membaca bacaan sholat
keras-keras agar Delisa yang ada di sampingnya bisa mengikuti bacaan
sholat itu.

Umi Salamah mempunyai kebiasaan memberikan hadiah sebuah kalung emas
kepada anak-anaknya yang bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna.
Begitu juga dengan Delisa yang sedang berusaha untuk menghafal bacaan
sholat agar sempurna. Agar bisa sholat dengan khusyuk. Delisa berusaha
keras agar bisa menghafalnya dengan baik. Selain itu Abi Usman pun
berjanji akan membelikan Delisa sepeda jika ia bisa menghafal bacaan
sholat dengan sempurna.

Sebelum Delisa hafal bacaan sholat itu, Umi Salamah sudah
membelikan seuntai kalung emas dengan gantungan huruf D untuk Delisa.
Delisa senang sekali dengan kalung itu. Semangatnya semakin
menggebu-gebu. Tapi entah mengapa, Delisa tak pernah bisa menghafal
bacaan sholat dengan sempurna.

26 Desember 2004

Delisa bangun dengan semangat. Sholat subuh dengan semangat. Bacaannya
nyaris sempurna, kecuali sujud. Bukannya tertukar tapi tiba-tiba Delisa
lupa bacaan sujudnya. Empat kali sujud, empat kali Delisa lupa. Delisa
mengabaikan fakta itu. Toh nanti pas di sekolah ia punya waktu banyak
untuk mengingatnya. Umi ikut mengantar Delisa. Hari itu sekolah ramai
oleh ibu-ibu. Satu persatu anak maju dan tiba giliran Alisa Delisa.
Delisa maju, Delisa akan khusuk. Ia ingat dengan cerita Ustad Rahman
tentang
bagaimana khusuknya sholat Rasul dan sahabat-sahabatnya.
"Kalo orang yang khusuk pikirannya selalu fokus. Pikirannya
satu." Nah jadi kalian sholat harus khusuk. Andaikata ada suara ribut di
sekitar, tetap khusuk.

Delisa pelan menyebut "ta'awudz". Sedikit gemetar membaca
"bismillah". Mengangkat tangannya yang sedikit bergetar meski suara
dan
hatinya pelan-pelan mulai mantap. "Allahu Akbar".

Seratus tiga puluh kilometer dari Lhok Nga. Persis ketika Delisa usai
bertakbiratul ihram, persis ucapan itu hilang dari mulut Delisa. Persis
di tengah lautan luas yang beriak tenang. LANTAI LAUT RETAK SEKETIKA.
Dasar bumi terban seketika! Merekah panjang ratusan kilometer.
Menggentarkan melihatnya. Bumi menggeliat. Tarian kematian mencuat.
Mengirimkan pertanda kelam menakutkan.

Gempa menjalar dengan kekuatan dahsyat. Banda Aceh rebah jimpa. Nias
lebur seketika. Lhok Nga menyusul. Tepat ketika di ujung kalimat Delisa,
tepat ketika Delisa mengucapkan kata "wa-ma-ma-ti" , lantai sekolah
bergetar hebat. Genteng sekolah berjatuhan. Papan tulis lepas, berdebam
menghajar lantai. Tepat ketika Delisa bisa melewati ujian pertama
kebolak-baliknya, Lhok Nga bergetar terbolak-balik.

Gelas tempat meletakkan bunga segar di atas meja bu guru Nur jatuh.
Pecah berserakan di lantai, satu beling menggores lengan Delisa.
Menembus bajunya. Delisa mengaduh. Umi dan ibu-ibu berteriak di luar.
Anak-anak berhamburan berlarian. Berebutan keluar dari daun pintu.
Situasi menjadi panik. Kacau balau. "GEMPAR"!

"Innashalati, wanusuki, wa-ma... wa-ma... wa-ma-yah-ya,
wa-ma-ma-ti. .."

Delisa gemetar mengulang bacaannya yang tergantung tadi. Ya
Allah, Delisa takut... Delisa gentar sekali. Apalagi lengannya berdarah
membasahi baju putihnya. Menyemburat merah. Tapi bukankah kata Ustadz
Rahman, sahabat Rasul bahkan tetap tak bergerak saat sholat ketika
punggungnya digigit kalajengking?

Delisa ingin untuk pertama kalinya ia sholat, untuk pertama
kalinya ia bisa membaca bacaan sholat dengan sempurna, Delisa ingin
seperti sahabat Rasul. Delisa ingin khusuk, ya Allah...

Gelombang itu menyentuh tembok sekolah. Ujung air menghantam tembok
sekolah. Tembok itu rekah seketika. Ibu Guru Nur berteriak panik. Umi
yang berdiri di depan pintu kelas menunggui Delisa, berteriak keras ...
SUBHANALLAH! Delisa sama sekali tidak mempedulikan apa yang terjadi.
Delisa ingin khusuk.. Tubuh Delisa terpelanting. Gelombang tsunami
sempurna sudah membungkusnya.. Delisa megap-megap. Gelombang tsunami
tanpa mengerti apa yang diinginkan Delisa, membanting tubuhnya
keras-keras. Kepalanya siap menghujam tembok sekolah yang masih bersisa.
Delisa terus memaksakan diri, membaca takbir setelah "i'tidal..."
"Al-la-hu-ak- bar..." Delisa harus terus membacanya! Delisa tidak
peduli
tembok yang siap menghancurkan kepalanya.

Tepat Delisa mengatakan takbir sebelum sujud itu, tepat sebelum
kepalanya menghantam tembok itu, selaksa cahaya melesat dari "Arasy
Allah." Tembok itu berguguran sebelum sedikit pun menyentuh kepala
mungil Delisa yang terbungkus kerudung biru. Air keruh mulai masuk,
menyergap Kerongkongannya. Delisa terbatuk. Badannya terus terseret.
Tubuh Delisa terlempar kesana kemari. Kaki kanannya menghantam pagar
besi sekolah. Meremukkan tulang belulang betis kanannya. Delisa sudah
tak bisa menjerit lagi. Ia
sudah sempurna pingsan. Mulutnya minum berliter air keruh.
Tangannya juga terantuk batang kelapa yang terseret bersamanya. Sikunya
patah. Mukanya penuh baret luka dimana-mana. Dua giginya patah. Darah
menyembur dari mulutnya..

Saat tubuh mereka berdua mulai perlahan tenggelam, Ibu Guru Nur melepas
kerudung robeknya. Mengikat tubuh Delisa yang pingsan di atas papan
sekencang yang ia bisa dengan kerudung itu. Lantas sambil
menghela nafas penuh arti, melepaskan papan itu dari
tangannya pelan-pelan, sebilah papan dengan Delisa yang terikat kencang
diatasnya.

"Kau harus menyelesaikan hafalan itu, sayang...!" Ibu Guru Nur
berbisik
sendu. Menatap sejuta makna. Matanya meredup. Tenaganya sudah habis. Ibu
Guru Nur bersiap menjemput syahid.

Minggu, 2 Januari 2005

Dua minggu tubuh Delisa yang penuh luka terdampar tak berdaya. Tubuhnya
tersangkut di semak belukar. Di sebelahnya terbujur mayat Tiur yang
pucat tak berdarah. Smith, seorang prajurit marinir AS berhasil
menemukan Delisa yang tergantung di semak belukar, tubuhnya dipenuhi
bunga-bunga putih. Tubuhnya bercahaya, berkemilau, menakjubkan! Delisa
segera dibawa ke Kapal Induk John
F Kennedy. Delisa dioperasi, kaki kanannya diamputasi. Siku
tangan kanannya di gips. Luka-luka kecil di kepalanya dijahit. Muka
lebamnya dibalsem tebal-tebal. Lebih dari seratus baret di sekujur
tubuhnya.

Aisyah dan Zahra, mayatnya ditemukan sedang berpelukan. Mayat Fatimah
juga sudah ditemukan. Hanya Umi Salamah yang mayatnya belum ditemukan.
Abi Usman hanya memiliki seorang bidadari yang masih belum sadar dari
pingsan. Prajurit Smith memutuskan untuk menjadi mu'alaf setelah melihat
kejadian yang menakjubkan pada Delisa. Ia mengganti namanya menjadi
Salam.

Tiga minggu setelah Delisa dirawat di Kapal induk, akhirnya ia diijinkan
pulang. Delisa dan Abi Usman kembali ke Lhok Nga. Mereka tinggal bersama
para korban lainnya di tenda-tenda pengungsian. Hari-hari diliputi duka.
Tapi duka itu tak mungkin didiamkan berkepanjangan. Abi Usman dan Delisa
kembali ke rumahnya yang dibangun kembali dengan sangat sederhana.

Delisa kembali bermain bola, Delisa kembali mengaji, Delisa dan
anak-anak korban tsunami lainnya, kembali sekolah dengan peralatan
seadanya. Delisa kembali mencoba menghafal bacaan sholat dengan
sempurna. Ia sama sekali sulit menghafalnya. "Orang-orang yang kesulitan
melakukan kebaikan itu, mungkin karena hatinya Delisa. Hatinya tidak
ikhlas! Hatinya jauh dari ketulusan." Begitu kata Ubai salah seorang
relawan yang akrab dengan Delisa.
21 Mei 2005

Ubai mengajak Delisa dan murid-muridnya yang lain ke sebuah
bukit. Hari itu Delisa sholat dengan bacaan sholat yang sempurna. Tidak
terbolak-balik. Delisa bahkan membaca doa dengan sempurna. Usai sholat,
Delisa terisak. Ia bahagia sekali. Untuk pertama kalinya ia
menyelesaikan sholat dengan baik. Sholat yang indah. Mereka belajar
menggurat kaligrafi di atas pasir yang dibawanya dengan ember plastik.
Sebelum pergi meninggalkan bukit itu, Delisa meminta ijin mencuci tangan
di sungai dekat dari situ.
Ketika ujung jemarinya menyentuh sejuknya air sungai. Seekor burung
belibis terbang di atas kepalanya. Memercikkan air di mukanya.. Delisa
terperanjat. Mengangkat kepalanya. Menatap burung tersebut yang terbang
menjauh. Ketika itulah Delisa menatap sesuatu di seberang sungai.

Kemilau kuning. Indah menakjubkan, memantulkan cahaya matahari senja.
Sesuatu itu terjuntai di sebuah semak belukar indah yang sedang berbuah.
Delisa gentar sekali. Ya Allah! Seuntai kalung yang indah tersangkut.
Ada huruf D disana. Delisa serasa mengenalinya. D untuk Delisa. Diatas
semak belukar yang merah buahnya. Kalung itu tersangkut di
tangan. Tangan yang sudah menjadi kerangka. Sempurna kerangka manusia.
Putih. Utuh. Bersandarkan semak belukar itu.

UMMI........ .......

Investasi=>Belajar dari Tukang Becak

Tidak semua sosok penarik becak
berada dibawah garis kemiskinan dan kumuh. Haji Wahid (56),penarik becak,
yang
biasanya mangkal di kawasan Gunung Pereng Kec. Cihideung, Tasikmalaya,
adalah
sosok lain dari seorang penarik becak. Selain santun, Wahid ulet dan rajin
menabung. Buah dari semua itu, ia bersama istrinya Hj. Siti Hujaenah, bisa
menunaikan ibadah haji pada tahun 2004."Saya bersyukur, karena dari hasil
cucuran keringat ini, bisa naik haji dan menyekolahkan anak," kata Hawid
saat ditemui di Terminal Bus Tasikmalaya, Jumat (5/5).

Pada tahun 1972 Wahid memulai
bekerja sebagai penarik becak di Gunung Pereng. Ia mendapatkan becaknya dari
hasil kredit yang dibayarkannya setiap hari. "Waktu iu saya mencicil Rp
150,00/hari. Cicilan itu, saya bayar selama kurang lebih setahun," kata
warga Jl. Paseh Kota Tasikmalaya ini.

Lunas membayar becak, ayah tiga
anak ini mulai menabung untuk membeli tanah buat tempat tinggalnya. Berkat
kerja keras siang dan malam menarik becak, serta kedisiplinannya dalam
menggunakan uang, ia mampu membeli tanah dan membangun rumah. "Sebagian
dari hasil menarik becak, saya tabungkan untuk berbagai keperluan,"
katanya.

Lalu ia kembali mengambil cicilan
becak, dengan harapan bisa disewakan kepada rekan lainnya. Ternyata cara itu
cukup menambah penghasilan bagi Wahid. Dari satu becak, lalu sampai akhirnya
tahun ini, ia bisa memiliki 40 becak. "Di antaranya, 25 becak milik saya
disewakan dengan tarif Rp 4.000,00/hari. Sisanya, saya kreditkan kepada
orang
lain," ujarnya.

Tidak hanya itu, sejak punya dua
becak, keluarga ini menabung agar bisa naik haji. Tak ada target harus
berapa
besar tabungan terisi setiap bulannya. Wahid hanya menyisihkan uang dari
hasil
usahanya, setelah digunakan untuk makan serta kebutuhan sehari-hari.

Ia juga berhasil menyekolahkan
ketiga anaknya dengan baik. Anak pertama, Wawan lulusan Diploma 2, adiknya
Eva
jebolan SLTA. Si bungsu Dedi, masih sekolah di SMA.

Setelah becaknya bertambah, ia
akhirnya mendirikan kamar kontrakan di daerah Gunung Pereng, Kota
Tasikmalaya.
Saat ini, ada 25 kamar yang disewakan oleh Wahid. Setiap kamarnya, disewakan
Rp
85.000,00/bulan. "Lumayan untuk menambah penghasilan," katanya.

Setelah merasa tabungan yang
dikumpulkannya selama 30 tahun jumlahnya cukup, pada tahun 2003 ia
mendaftarkan
diri untuk berangkat haji beserta istrinya. Pada tahun 2004, Wahid bisa
pergi
ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. Perasannya, benar-benar
bahagia karena sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan ia bisa
pergi
ke tanah suci.

Hingga kini sekarang Wahid yang
rajin ibadah ini, tetap mengayuh becak. Sehari ia kadang mendapatkan Rp
10.000,00 hingga Rp 20.000,00. Tapi kadang dia juga sama sekali kosong. Tapi
semua itu, dijalani dengan kesabaran, keuletan, dan kerja keras.

Wahid bisa membuktikan bahwa
penarik becak juga bisa hidup dengan baik.

Sumber: Pikiran Rakyat

Ancaman Spyware & Adware

AWAL

Kata spyware tentunya memancing reaksi spontan dari hamper semua orang yang
pernah surfing di Internet. Iklan pop-up, system yang tiba-tiba melambat,
icon aneh yang tiba-tiba saja muncul di desktop, drop-down menu yang hilang
atau tidak bias diakses adalah beberapa gejala yang diasosiasikan dengan
spyware. Gangguan ini bias melebar ke aktivitas yang lebih merugikan seperti
pencurian user id dan password, nomor kartu kredit yang terekam di computer.

DEFINISI SPYWARE & ADWARE

Spyware: program yang mampu memonitor aktivitas di suatu computer dan
mencuri informasi untuk dikirim ke computer induk di suatu lokasi (host) di
cyberspace. Informasi yang biasa dicuri adalah user id, password, nomor
kartu kredit, dokumen. Spyware juga menarget informasi seperti kebiasaan
browsing si empunya computer, program ter-install di computer, dll.

Spyware beroperasi secara sembunyi-sembunyi supaya tidak terdeteksi
kehadirannya. Sumber utama spyware adalah melalui download file shareware
atau freeware (program gratisan), email attachment, dan instant messages
(Yahoo Messenger atau MS Messenger). Beberapa instalasi spyware teraktivasi
melalui dialog End User License Agreement yang berbelit-belit dan sengaja
dibuat sangat panjang dengan kata-kata yang rancu (misleading).

Adware: program yang bertujuan menyampaikan iklan melalui interface sendiri.
Adware umumnya mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan surfing dan
kebiasaan belanja online si empunya computer. Sumber adware sama dengan
spyware.

DAMPAK UTAMA SPYWARE & ADWARE

Dampak utama adalah system yang melambat, sering crash, koneksi network yang
lambat. Semua ini berakibat terbuangnya dengan percuma waktu IT department
yang berusaha untuk mengatasi gejala diatas. Dari sisi end-user tentunya
juga sangat merugikan karena menghambat pekerjaan dan mengakibatkan
frustrasi. Dari sisi perusahaan tentunya akan sangat merugikan karena
turunnya produktivitas karyawan, dan lebih lagi bila data-data yang bersifat
rahasia dicuri dan menyebar di internet.

KESIMPULAN

Zaman sekarang semua organisasi menghadapi problema diatas tanpa terkecuali.
Kebutuhan untuk suatu solusi security yang bias mengamankan dan melindungi
system IT sudah tidak bias ditawar lagi. Semua ini seperti memasang pagar
pengaman dan menyewa satpam yang professional.

Artikel ini di-sponsori oleh: BITDEFENDER & KASPERSKY

Menkes: Kaum Muslim Harus Bersatu, Lawan Penindasan Asing

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menegaskan penindasan terhadap negara dunia ketiga yang didiami oleh sebagian besar umat muslim oleh negara maju sudah bukan zamannya, karena itu perlu ada perubahan pemikiran untuk menghapuskan hegemoni yang tidak menguntungkan itu. “Siapapun harus mempunyai pemikiran untuk merubahnya, kehendak Allah tanpa usaha tidak akan terjadi, karena itu saya mencoba menuangkan dalam sebuah tulisan, ” katanya dalam Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan bertajuk “Siti Fadilah melawan: Saatnya Indonesia Berubah”, di Auditorium YTKI, Jakarta, Senin(17/3).

Dalam buku yang ditulisnya, Menkes mengaku, tidak menuding siapapun, namun dirinya berusaha melakukan pembenaran terhadap mekanisme yang selama ini berjalan di badan kesehatan dunia WHO secara adil, di mana negara yang mempunyai virus itu berada dalam posisi yang sejajar dengan negara maju yang melakukan penelitian
“Saya hanya berbicara sesuai commonsense muslim ataupun negara miskin yang biasa menjadi korban, di mana negara berkembang yang terkena virus itu duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Bukan saja menjadi korban, tempat untuk mencari keuntungan, itulah yang saya perjuangkan, ” tegasnya.

Menkes mengatakan, upaya negara maju untuk menguasai negara berkembang seperti Indonesia dilakukan dengan cara membuat sistem yang terpecah-pecah dan saat ini sudah mulai merasuk ke dalam negeri. Siti Fadilah mencontohkan, pada era otonomi daerah ini sangat mudah pengaruh asing masuk ke daerah, karena pada umumnya para pemimpin mereka tidak mempunyai mental yang kuat untuk mencegahnya.

“Mental kita digempur habis-habisan yang dipikirkan hanya perut, membuat standar ganda, bernegosiasi dengan dalih efisiensi, bantuan, teknik assistance-lah, “cetusnya.
Ia mengaku, tidak pernah tergiur dengan iming-iming bantuan yang diberikan oleh pihak asing, sebab itu justru akan membuat dirinya tersinggung, ketika perwakilan asing itu mencoba mengungkit-ungkit apa yang sudah diberikannya.

“Saya adalah satu-satunya Menteri yang tidak mau menguntang, technical assistance saja saya tidak mau. Kadang-kadang dipaksa, saya bisa menjawab, loh yang paling tahu negara saya, ya saya, kok kamu mau bantu saya, tahu apa kamu, “tuturnya disambut gema takbir oleh peserta diskusi yang memadati auditorium YTKI.

Dalam kesempatan itu, Menkes meminta agar kaum muslim dapat bersatu untuk mencegah berbagai macam pengaruh asing yang datang, sebab apabila kaum muslim terpecah-belah pihak asing senang karena menjadi sasaran untuk melancarkan pengaruhnya.(novel)

Sumber: [2] http://www.eramuslim.com/berita/nas

KOMPOS dan Kebun KARINDA

Assalamualaykum,
Saudaraku, terbayangkah bagaimana bumi ini 5-10 tahun lagi bila sampah ada dimana-mana, bau busuk yang menyengat, banjir, penyakit yang menjangkit di masyarakat, dll? Yuk.. sama-sama kita hijaukan bumi kita dengan mencegah penyebaran sampah.

Caranya mudah .. :

1. Mengelompokkan sampah di rumah, menjadi sampah :
- organik (sampah buah, sayur,daun basah,dll),
- kertas
- plastik
- anorganik (sterofoam, baterai, bungkus rokok, pembalut)
Kami lampirkan foto contoh pengelompokan sampah atau bisa juga dengan membedakan plastik/tempat sampah di rumah.

2. Mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Mengumpulkan daun-daun pohon yang berguguran di jalan dan pekarangan rumah dan mengolahnya menjadi kompos (bisa ikut pelatihan di KARINDA : 021 75909167)

3. Menyediakan tempat sampah di mobil dan membuang sampah selama dalam perjalanan di rumah sendiri

4. Mengajak anak-anak, teman-teman dan saudara untuk menjaga lingkungan dari sampah yang bertebaran dan mengelola sampah (sila lihat tulisan dibawah ini)

5. Mengkampanyekan pengelolaan sampah kepada tetangga, ketua RT/RW, sampai penguasa kota (dan negara ini), teman anak-anak kita di sekolah, guru-guru dan kepala sekolah, teman sejawat di kantor, dll

Jika kita berhasil di rumah kita sendiri, insya Allah setiap kota di Indonesia akan sukses mengelola sampah dan menjaga lingkungan. Setidknya kita berpartisipasi mengurangi banjir, tanah longsor, dll.

Bumi ini Allah sediakan untuk kita, jangan sampai tangan-tangan kita yang merusak bumi tercinta ini.

Wassalam,




www.vivinalvina.com

Berikut ini tulisan ibu Djamaludin S (mantan menteri Pertanian) tentang pengelolaan sampah.

MEMBUAT KOMPOS, MENGAPA ENGGAN?

Membuat kompos berarti berurusan dengan sampah organik. Baru mendengar kata-kata itu banyak orang menghindar, mencemooh, menganggap “kurang kerjaan”. Sampah ‘kan harus dibuang, diurus oleh RT. Bayar iuran kebersihan, habis perkara. Mereka tidak menyadari ke mana sampah kita diangkut: apakah ditimbun di TPS, dibakar atau dibuang ke sungai, yang menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan.
Kebun Karinda sebagai sarana penyuluhan dan pelatihan pengomposan tidak henti-hentinya melakukan kampanye, memotivasi orang untuk mengubah pola pikir seperti ini. Sampah organik yang merupakan hasil kegiatan setiap orang dalam memenuhi kebutuhan pangan, yang dianggap sementara orang benda yang sudah tidak berguna, bisa dan wajib didaur ulang, diproses menjadi kompos.
Proses pengomposan yang baik adalah proses fermentasi, bukan pembusukan. Sehingga tidak tercium bau busuk, tidak diganggu oleh lalat.

Agar orang mau mengikuti ajakan kita, harus diyakinkan bahwa membuat kompos itu:
- mudah, praktis;
- tidak ada bau busuk, tidak ada lalat;
- tidak memerlukan banyak waktu, tenaga, biaya;
- tidak memerlukan lahan luas;
- tidak selalu harus dihubungkan dengan: “Tidak suka berkebun, tidak punya halaman untuk bertanam”;
- asyik, mengamati sampah yang berubah bentuk menjadi butiran seperti tanah;
- salah satu bentuk ibadah.

Mengapa orang enggan atau menolak membuat kompos?
Dari hasil survai oleh BPPT terhadap masyarakat DKI Jakarta, kendala sulitnya mengajak orang mengelola sampah organiknya sendiri antara lain:
- belum memiliki kesadaran bahwa sampah yang dihasilkannya sendiri adalah tanggung jawabnya;
- merasa sampahnya tidak menjadi ancaman langsung bagi dirinya dan keluarganya;
- terbiasa dengan kondisi lingkungan yang kurang bersih;
- urusan sampah belum menjadi priorotas utama;
- kurang informasi dan kesadaran mengenai hukum tentang pengelolaan sampah;
- kurang mendapat pendidikan tentang pengelolaan sampah;

Untuk mencapai keberhasilan dalam memotivasi orang mengelola sampah organiknya (membuat kompos), perlu:
1. Panutan dan keteladanan para pimpinan wilayah (Ketua RT/RW/Camat/Lurah) dan tokoh masyarakat, pemuka agama, dengan membuat kompos di rumah masing-masing.
2. Pendampingan oleh kader sebagai motivator agar kegiatan berkelanjutan.
3. Dukungan dan apresiasi dari instansi terkait yang terlibat dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah, kebersihan dan keindahan lingkungan serta kesehatan lingkungan.
4. Kampanye yang terus menerus.

Mudah-mudahan generasi muda tergerak untuk berperan menyelamatkan lingkungan dengan melakukan pengomposan dan ikut kampanye, para Ayah-Bunda yang punya anak-anak balita dan remaja memberikan keteladan.


AYO BIKIN KOMPOS, ANAK-ANAK

Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan melekat dalam sanubari, apakah itu kebiasaan baik maupun buruk. Mendaur ulang sampah organik rumah tangga menjadi kompos adalah salah satu kebiasaan baik yang perlu diajarkan kepada anak-anak untuk menumbuhkan cinta lingkungan.
Kebun Karinda mempunyai program Belajar Membuat Kompos untuk anak-anak SD yang peminatnya sebagian besar adalah Sekolah-sekolah Dasar Plus. Tentu harus dibuat semenarik mungkin agar anak-anak yang umumnya bisa duduk diam tidak bosan, gelisah dan menjadi ribut.

Bagaimana acaranya?
Sebelumnya kami minta Guru melakukan persiapan:
- Anak-anak dibagi 5 kelompok, setiap kelompok 5-10 orang (A s.d. E). Mereka nanti akan melakukan praktek memilah, mencacah, memasukkan wadah kompos, panen kompos dan menanam.
- Kelompok “Memilah” harus membawa sampah anorganik (kotak bekas minuman, botol atau gelas bekas air mineral, kemasan isi ulang sabun cair atau pewangi)
- Kelompok “Mencacah” membawa sampah dapur dan kulit buah-buahan yang masih segar (belum membusuk), dan gunting yang ujungnya tumpul.
Agar anak-anak tidak bosan, waktunya hanya 90 menit. Mula-mula diadakan perkenalan dahulu, dan menanyakan kepada anak-anak apa yang ingin mereka pelajari di Kebun Karinda. Lalu kami ajak bernyanyi “Lihat Kebunku” agar membawa ke suasana gembira. Selanjutnya diadakan dialog interaktif tentang pengertian 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Diusahakan mencari contoh yang ada disekitar mereka seperti membawa bekal makanan dalam kotak tempat bekal (lunch box) dan botol tempat minumnya untuk contoh reduce sekaligus reuse. Contoh recycle adalah mengubah sampah organik menjadi kompos. Yang bisa dijadikan kompos adalah sampah organik (ditunjukkan contoh sampah organik dan anorganik dengan alat peraga).
Kemudian diputar film “Pengelolaan Sampah Organik di Kebun Karinda” selama 15 menit, berisi langkah-langkah membuat kompos dari sampah rumah tangga atau sampah dapur. Bagian daur ulang sampah halaman/kebun tidak diputar karena tidak menarik untuk anak-anak.

Nah, habis nonton film kita mulai dengan praktek.
1. Kelompok A praktek memilah sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik dimasukkan tempat sampah khusus anorganik. Kelompok B s.d. E tetap di tempat duduk masing-masing.
2. Giliran berikutnya Kelompok B mencacah sampah organik dengan gunting menjadi potongan kecil-kecil, supaya mudah dimakan oleh makhluk kecil-kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata tanpa bantuan mikroskop (namanya mikroba).
3. Kelompok C memasukkan ke dalam Keranjang Takakura yang sudah berisi kompos sebagai aktivator, yang mengadung mikoba. Diaduk-aduk sampai sampahnya tersebar sampai ke bawah. Ditunjukkan bahwa adonan kompos terasa panas karena mikroba sibuk makan dan bergembira sehingga gerah dan berkeringat.
4. Kelompok D “panen” kompos yang sudah jadi. Untuk memisahkan dari bagian yang kasar yaitu sampah yang agak keras atau potongannya terlalu besar dilakukan pengayakan. Ayakannya kecil, dipegang oleh 2 anak. Hasil ayakan yaitu kompos yang halus dikumpulkan.
5. Kelompok E mencampur media tanam yaitu kompos 1 bagian, tanah 1 bagian dan kompos 1 bagian. Setelah tercampur rata, digunakan untuk menanam bunga dalam pot. Harus dibantu staf Kebun Karinda karena bagian ini yang paling sulit untuk anak-anak. Tanaman dibawa ke sekolah, dengan pesan harus dirawat.
Jika dari pihak sekolah ingin semua anak membawa pulang tanaman, maka kelompok hanya ada 4, kemudian pada sesi menanam harus bergiliran setiap kali 5 orang.

Kemudian anak-anak diajak berkeliling Kebun Karinda untuk melihat bunga-bunga dan kupu-kupu yang beterbangan dan hinggap mengisap madu, mendengarkan suara burung-burung yang hinggap di pohon, dan melihat tanaman sayuran dan tanaman obat. Ada anak yang belum pernah melihat tanaman terong atau tanaman tomat. Semua tanaman subur karena dipupuk dengan kompos buatan sendiri.
Setelah semua mecuci tangan dengan sabun, anak-anak duduk kembali dan makan bekalnya. Kami berpesan kepada anak-anak supaya minta kepada orangtuanya menyediakan 2 tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik.
Kegiatan memilah sampah, mencacah (pakai tangan atau gunting) akan menjadi menyenangkan apabila ibu, ayah, kakak, pembantu semuanya melakukan dengan senang hati, bukan sebagai beban.

Mereka pulang masih dalam suasana gembira, dengan membawa tanaman dan tambahan pengetahuan serta ketrampilan.

Catatan:
Beberapa hari yang lalu datang ke Kebun Karinda Pak Ihsan dengan anaknya, Wira (Kelas 2 SD) yang pernah belajar membuat kompos bersama teman-teman sekolahnya. Menurut Pak Ihsan, Wira sudah melatih seisi rumah memilah sampah, lalu mengajak ayahnya membelikan Keranjang Takakura. Wira sudah punya rencana komposnya akan digunakan untuk memupuk tanaman bunganya. Inilah yang kami harapkan, anak-anak dapat menularkan ilmunya kepada orang tua dan lingkungannya.
Cucu saya Thea, dari umur 4 tahun sudah pandai memilah sampah. Suatu hari waktu Thea akan memasukkan kulit permen ke tempat sampah anorganik di rumah saya, ia berteriak: “Eyang, ada yang keliru. Kulit jeruk kok dimasukkan ke sini, kan bisa dibikin kompos!”



KEBUN KARINDA TIDAK BISA DIBAWA……

Pengunjung Kebun Karinda yang datang untuk sekedar melihat-lihat atau ikut penyuluhan dan pelatihan pengomposan & pembibitan, akan membawa kesan yang berbeda dengan peserta pelatihan yang diadakan di gedung pertemuan di luar Kebun Karinda. Mengapa? Apakah tidak bisa diwakili tampilan VCD, penjelasan dengan slide, peragaan penggunaan komposter (wadah pengomposan), buku panduan maupun brosur?
Di Kebun Karinda yang menempati lahan kurang lebih 300m2 Anda akan menikmati segarnya udara, keindahan bunga-bunga beraneka warna yang dihinggapi banyak kupu-kupu kuning, putih dan hitam yang cantik. Kupu-kupu ini mencari madu sambil menyilangkan jenis-jenis bunga sehingga adakalanya terlihat bunga yang berwarna campuran. Petak-petak sayuran berganti-ganti ditanami cabai cakra yang berbuah sarat, sawi, seledri, tomat, terong, serta berbagai jenis tanaman obat.
Untuk mendengarkan penyuluhan disediakan saung terbuka dengan bangku-bangku panjang yang bisa memuat 40 orang. Suara penyuluh kadang-kadang diselingi kicau burung yang hinggap di pohon-pohon pelindung. Burung-burung pun menjatuhkan biji-biji buah yang dimakannya sehingga banyak tumbuhan baru di kebun dan sekitarnya.
Selesai menonoton VCD tentang Cara Pengelolaan Sampah Organik Skala Rumah Tangga dan mendengarkan teori pengomposan, Anda diberi kesempatan praktek memilah, mencacah, dan memasukkan ke komposter. Waktu mengaduk-aduk adonan kompos bisa meraba adonan untuk merasakan suhunya yang hangat atau panas, menghirup bau sedap dari proses fermentasi, tidak ada bau busuknya sampah. Bisa merasakan kelembapan adonan: terlalu kering atau terlalu basah, atau pas lembapnya. Begitu pula pada waktu melihat model-model bak pengomposan sampah halaman, Anda bisa melihat tahapan-tahapan pengomposan setiap minggu. Setiap wadah atau kotak ada label berisi catatan tanggal dibuat, tanggal dibalik. Perubahan warna daun yang semula hijau menjadi coklat kehitaman, perubahan bentuk dari daun yang lebar menjadi kecil dan terakhir menjadi butiran seperti tanah. Perubahan suhu pada minggu pertama, kedua, ketiga sampai menjadi kompos yang siap panen, bisa diamati dengan termometer. Kalau ingin mengukur
tingkat keasaman atau pH tersedia alatnya. Jika adonan yang masih panas diaduk-aduk, akan keluar uap air mengepul. Tidak ada bau menyengat dari senyawa amoniak, H2S (telur busuk) atau gas metan yang beracun. Baunya sedap, seperti menghirup humus di hutan. Saung pengomposan juga bersih, tidak ada lalat, kecoa dan tikus.
Akhirnya diadakan diskusi, Anda dapat menanyakan hal-hal yang kurang jelas atau saling berbagi pengalaman untuk yang sudah mempraktekkan di rumah. Umumnya peserta antusias dan penuh perhatian selama mengikuti pelatihan, dan aktif bertanya.
Selesai penyuluhan mereka “berbelanja” keranjang kompos, VCD serta tanaman. Sayang tidak selalu tersedia kompos karena kompos produksi Kebun Karinda banyak digunakan sebagai aktivator komposter.
Jika penyuluhan diadakan di gedung pertemuan dengan alasan pesertanya 100-200 orang yang tidak bisa sekaligus didatangkan ke Kebun Karinda, hasilnya juga berbeda. Pengelolaan sampah adalah perubahan kebiasaan dari membuang atau membakar sampah. Memerlukan motivasi kuat untuk memulai dari diri sendiri. Motivasi orang yang hadir ke gedung untuk mendengarkan ceramah dan berangkat ke Kebun Karinda karena “ingin belajar mengelola sampah organik” berbeda.
Inilah jawabannya mengapa pelatihan di gedung pertemuan hasilnya berbeda dengan di Kebun Karinda. Maka perlu duplikasi Kebun-kebun Karinda di setiap Kecamatan sehingga memudahkan warga yang ingin belajar pengomposan. Suasana sejuk, keindahan bunga-bunga, bau sedapnya proses pengomposan, suhu, tidak bisa dibawa ….

Sumber: Milist Daarut-tahiid 24 Maret 2008

Syekh Ahmad Yassin

Kisah mengenai Syekh Ahmad Yassin dari eramuslim.com...

Syekh Yasin, nama lengkapnya Syekh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunah Senin- Kamis, hari Senin, 1 Shafar 1425 H/ 22 Maret 2004 M karena dihantam rudal penjajah Zonis Israel setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza.

Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah/ pemimpin bagi pejuang dan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis Israel.

Walaupun usianya uzur, kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung kaki, setiap hari harus menggunakan kursi roda, tidak menghalangi beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestina khususnya di Gaza.

Beliau memiliki ‘izzah/ kemuliaan sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel.

Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syekh Ahmad Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah.

Dalam suatu khutbahnya, Syekh Ahmad Yasin pernah berkata: Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemmpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, prilaku, pergerakan, pengetahuan, maupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa!

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS: Al-Imran/3: 126).

Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syekh Ahmad Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza melakukan penipuan terhadap dirinya. Syekh Ahmad Yasin yang juga pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah melakukan penipuan.

Syekh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil terhadapku. Hak-hak saya pun bsa kembali saya nikmati. Sebagai tanda terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah, tutur Hana Rabbah.

Sebagai seorang Qiyadah/pemimpin, Syekh Ahmad Yasin tidak cinta dunia, tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana.

Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:

Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Otoritas Palestina memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza, . Namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi.

Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun kondisi psikis, Alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah kami juga sangat berharap bisa mati syahid seperti beliau.

Jika Syekh Ahmad Yasin ingin kaya, harta menumpuk, rumah mewah bertingkat, mobil mengkilat lebih dari empat, makanannya serba lezat, semuanya bisa saja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut yang taat, kedukukan yang memikat, akan tetapi semuanya itu tidak beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi tidak!

Syekh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakekatnya adalah umat Nabi Muhammad saw.

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS:An Nisaa/4: 69).

Apakah kita semua telah meneladani beliau yang hidup sebagaimana kehidupan Rasul SAW dan para shahabatnya? Yang lebih mencintai akherat ketimbang kehidupan dunia yang murah dan menipu? Yang lebih menyukai debu-debu jihad daripada mobil-mobil mewah mengkilat? DI manakah kita sekarang?

(H. Ferry Nur, S.Si, Sekjen Kispa)

PELAJARAN BERHARGA

Ada posting di milist TDA dari Pak Sabrul Jamil, isinya sering muncul di berbagai milist, tetapi di kumpulkan lagi oleh pak Sabrul Jamil.

Berikut pelajaran berharganya, semoga bermanfaat buat saya dan rekan-rekan semua.

1. Pelajaran Penting ke-1

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?.

Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.

Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "hallo"!

Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".

2. Pelajaran Penting ke-2

Penumpang yang Kehujanan
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat.

Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.

7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya.

Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah :
" Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu"

Tertanda
Ny. Nat King Cole.
Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA

3. Pelajaran penting ke-3

Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani.
Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an
tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya.

Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?" katanya. "50 sen..." balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya....

"Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi.
Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak... dan
pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.

"Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.

Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.

Anda bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak" ......

4. Pelajaran penting ke-4

Penghalang di Jalan Kita
Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.

Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan. Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.

Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.

Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.

Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.

5. Pelajaran penting ke-5

Memberi, ketika dibutuhkan
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.

Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".

Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar... katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter... ?"

Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah... bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya.... ?

Doorprize Software Zahir Accounting

Assalamu'alaikum wr. Wb..

Sudah lama saya nggak posting di blog ini, padahal banyak hal yang seharusnya bisa saya share. Masalahnya klasik, karena minder tulisannya nggak enak di bacalah, sampai rasa malas dan waktu untuk menulis yang nggak ada.

Hari ini saya coba menulis Doorprize software Zahir Accounting yang saya peroleh saat mengikuti workshop TDA IT. Meskipun belum bisa digunakan, minimal software yang dijanjikan sudah terinstal di komputer saya. Perjuangan mendapatkannyapun lumayan lama, hampir tiga minggu saya tunggu software yang dijanjikan belum juga saya terima. Saya coba email pak Iim dan bertanya mengenai hal ini, beliau sarankan untuk menanyakan langsung kepada Pak Dwi Wahyono, karena pak Dwi wahyono dalam keadaan berduka saya nggak berani untuk menanyakan hal ini dan baru saya tanyakan di awal januari 2008. Alhamdulillah berkat bantuan pak Dwi Wahyono akhirnya saya di konfirmasi oleh bu widya mengenai alamat pengiriman dan esok harinya tanggal 3 Januari 2008 software dari Zahir sudah di tangan.

Malamnya dengan suka cita saya buka paking pembungkus CD nya, tiba-tiba kegembiraan yang ada berubah jadi rasa cemas, sebab CD yang saya terima dalam keadaan pecah hampir seperempat bagian. Walaupun pecah saya coba untuk membukanya di komputer, hasilnya file bisa terlihat di layar monitor tetapi ketika di instal pesan error terus menerus muncul. Dengan rasa sedih saya tidur larut malam itu, beso pagi kembali saya menulis email untuk minta bantuan kepada Pak Dwi Wahyono agar Zahir dapat mengganti CD saya yang rusak. Alhamdulillah respon cepat dari pak Dwi Wahyono dan ibu Widya menghasilkan rasa syukur dan terima kasih yang sangat dalam diri saya, karena ke esokan harinya CD pengganti sudah sampai di rumah saya dengan paking yang sudah di modifikasi sehingga CD di dalamnya tidak mudah rusak. Penginstalan berjalan lancar dan saya sudah bisa mulai mempelajarinya. Beberapa hari yang lalu saya sudah mengirim email ke Zahir Accounting untuk mengirimkan password yang dibutuhkan untuk menjalankan software yang sudah di install.

Semoga Password yang saya perlukan segera saya terima. Terima kasih Kepada Zahir Accounting, Pak Dwi Wahyono, Pak Iim, pak Agus Ali, Pak Roni dan rekan-rekan TDA lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Semoga kita bisa sukses bersama-sama.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Workshop TDA IT

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Berikut foto-foto saat workshop TDA IT tanggal 1 Desember 2007. Acaranya seru, meskipun masih kurang detail materinya (atau sayanya yang agak telat mikir)..

Saya masih menuggu dorprice dari Zahir accounting yang katanya akan memberikan software
untuk UKM senilai 1 Juta rupiah....

Terima kasih untuk TDA IT, Pak Iim, Pak Ipul, Pak Agus Ali dan semua rekan-rekan yang membantu terlaksananya acara ini.






Mastermind Cikarang

Assalamu'alaikum Wr. Wb...

Setelah posting mengenai LIQO yang mirip2 dengan mastermind, saya coba posting mengenai mastermind Cikarang. Tepatnya sih foto-foto yang saya ambil saat berlangsungnya mastermind Cikarang pada tanggal 24 November 2007.

Terima kasih buat pak Afrizal yang bersedia menjadi tuan Rumah, buat pak Ade Aan yang telah sharing mengenai perjalanan bisnisnya, Pak Chairul Shaleh yang telah mendata anggota mastermind Cikarang, juga ucapan terima kasih untuk seluruh rekan-rekan mastermind CIkarang dan member TDA yang telah mensukseskan acara perdana Mastermind Cikarang.

Masih mengunggu info kapan diadakan lagi acara Mastermind Cikarang ke-2, sementara pak Afrizal sedang berada di tanah suci.


Wassalamu'alaikum Wr. Wb...